Konfigurasi DHCP Server

Pentingya DHCP server Pada Infrastruktur Jaringan Windows 2003

Sekilas

Bersama dengan Domain Name System (DNS), Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) merupakan pondasi dasar dari infrastructure Jaringan Windows 2003 atau Windows 2000. DHCP server memberikan configurasi IP secara dinamis kepada hosts yang ada dalam jaringan komputer anda agar bisa saling berkomunikasi satu sama lain. Seperti yang telah dibahas sebelumnya dalam design IP address, untuk bisa berkomunikasi pada suatu jaringan private ataupun pada jaringan public Internet, setiap host pada jaringan harus diidentifikasi oleh suatu IP address.

 

Untuk apa DHCP

Buat apa sich sebenarnya DHCP server ini? DHCP sangat dibutuhkan untuk mengurangi keruwetan konfigurasi IP pada computer pada jaringan. Bayangkan saja kalau anda sebagai administrator jaringan dalam suatu business yang mempunyai sekitar 1000 computer dan anda tahu bahwa setiap computer tersebut membutuhkan konfigurasi IP yang unik. Kalau anda harus melakukannya manual satu persatu …wah bakal keriting tuch jari, tapi jangan kawatir bisa direbonding kok tuch jari. Belum lagi kalau ada perubahan konfigurasi missal perubahan IP pada DNS atau WINS, atau perubahawan gateway address; maka andapun harus mengubahnya satu persatu lagi. Itu pun kalau berjalan mulus kalau salah ketik saja dan terjadi IP yang sama maka IP conflict tak terhindarkan dan anda harus mencarinya dan mengubahnya.




 

Dengan cara memberikan sewa IP dari database sentral, DHCP server secara automatis mengelola pemberian IP address termasuk default Gateway; Subnet mask; DNS server IP; WINS dan juga beberapa setting penting lainnya pada client computer dalam jaringan anda.

 

Proses DHCP server – client

Berikut ini dijelaskan proses leasing IP (minjam IP ke DHCP server oleh client computer).

1. DHCP Client mengirimkan pesan broadcast kejaringan suatu pesan paket yang namanya DHCPDISCOVER untuk mencari kalau ada DHCP server dalam jaringan tersebut

2. DHCP Server yang ada pada jaringan tersebut membalas dengan cara memberikan respon dengan paket DHCPOFFER

3. Kemudian client computer menerima tawaran DHCP server ini dengan mengirim paket konfirmasi DHCPREQUEST

4. DHCP server kemudian merespon balik dengan mengirim paket DHCPACK

5. Setelah umur sewa mencapai 50% dari masa sewa (biasanya secara default DHCP server memberikan lease period selama 8 hari), client computer tersebut melakukan perpanjangan sewa langsung ke DHCP server dengan mengirim paket DHCPREQUEST

6. DHCP server pun menerima ijin perpanjangan sewa IP ini dengan sinyal paket DHCPACK lagi

 

Fakta DHCP server

Berikut beberapa catatan penting mengenai DHCP server:

APIPA

Jika DHCP server dalam suatu jarngan tidak diketemukan, maka suatu computer secara automatis akan mengadopsi IP address dari konfigurasi yang ada pada “alternate configuration”, dan jika tidak diketemukan maka computer tersebut akan menerima IP address secara automatis dari skema APIPA (Automatic Private IP Addressing) yang berada pada range address 169.254.0.1 until 169.254.255.254. APIPA ini merupakan skema IP address private yang tidak di route ke Internet.

Scope IP

Untuk DHCP server bisa melakukan tugasnya memberikan sewa IP address kepada client komputer, maka seorang administrator harus mendefinisikan scope IP address, suatu pool IP address. seperti dalam scenario diartikel mengenai design IP address, dimana Guinea Smelter ditentukan untuk memakai IP address antara 192.168.100.1 sampai 192.168.101.254 atau secara lazim ditulis 192.168.100.0/23, maka anda harus memasukkan IP pool pada rentang IP address tersebut dengan default subnet mask 255.255.253.0.

Scope pengecualian

 

Tentunya anda juga harus memberikan pengecualian IP address yang bakal dipakai secara manual oleh beberapa piranti jaringan seperti IP address untuk router interface yang berada pada jaringan trusted private anda; beberapa server seperti DNS atau domain controller; server DHCP anda sendiri ataupun IP address static untuk beberapa Switch anda agar bisa di manage remotely dengan mudah.

Client computer akan menyewa IP address selama rentang waktu tertentu yang ditentukan oleh DHCP server. Jika masa sewa sudah menginjak 50% dari masa sewa, maka client computer tersebut akan memperbaharui masa sewa langsung ke DHCP server IP address yang sama. DHCP server akan memberikan masa sewa untuk periode sewa berikutnya.

DHCP server juga bisa menyediakan IP address khusus untuk diapkai oleh device network dengan MAC address tertentu. Jadi anda bisa mencadangkan pemakaian IP address untuk MAC address tertentu. Fitur ini sangat bagus untuk dipakai oleh beberapa server; printer; dan piranti lainnya yang memerlukan IP address static.

RFC1542 / DHCP Relay agent

Perlu diketahui bahwa DHCP server ini bersifat broadcast, sementara router secara default memblokir paket broadcast, maka DHCP tidak bisa melewati router. Untuk bisa melewatkan broadcast paket DHCP ini anda memerlukan piranti router yang compliant dengan RFC1542 atau DHCP relay agent untuk mem-forward paket broadcast dari DHCP ini.

 

Rumus keseimbangan beban (load balance)

Untuk memberikan fault tolerance pada layanan DHCP server dalam suatu subnet yang diberikan, anda bisa meng-konfigure dua DHCP server untuk melayani IP address pada subnet yang sama. Dengan membuat dua DHCP server, jika salah satu server tidak tersedia atau tidak berfungsi, DHCP server lainnya bisa mengambil alih tugas dan menlanjutkan penyewaan IP address kepada client yang membutuhkan atau memperpanjang sewa.

Rumusan 80/20

Untuk menseimbangkan beban yang dipakai dalam hal ini, good practicenya adalah memakai rumusan 80/20 dalam membagi beban IP scope dari kedua server. Jika DHCP server #1 dikonfigure dengan IP address 80% ketersediaan, maka DHCP server #2 bisa dikonfigure dengan IP address sisanya yaitu 20%.

 

Studi kasus

Sebagai contoh dalam scenario kita di Guinea Smelter dimana IP address range ditentukan antara 192.168.100.1 sampai 192.168.101.254, dan anda juga menentukan pemakaian static address antara IP 192.168.101.200 sampai 192.168.101.254 maka anda harus membuat Scope address antara 192.168.100.1 sampai 192.168.101.199 dengan subnet mask 255.255.253.0 untuk kedua DHCP server. Agar supaya kedua DHCP server comply dengan aturan 80/20, kedua DHCP server harus didefinisikan dengan scope range yang sama, akan tetapi exclusion range berbeda. Untuk DHCP server #1 dengan load sekitar 80% dan DHCP server #2 dengan load 20%.

DHCP #1

  • Scope 192.168.100.1 sampai 192.168.101.199
  • Exclusion range: 192.168.101.109 sampai 192.168.101.199

DHCP #2

  • Scope 192.168.100.1 sampai 192.168.101.199
  • Exclusion range: 192.168.100.1 sampai 192.168.101.108

Dengan aturan 80/20 ini diharapkan kedua DHCP server bisa melayani kebutuhan Clients dengan fault tolerant.

 

Konfigurasi Client Computers

Untuk konfigurasi client agar bisa menerima IP address secara automatic dari DHCP server, maka anda perlu mengkonfigurasi property TCP/IP dari LAN connection computer anda untuk bisa menerima IP dari DHCP server dengan memilih “Obtain an IP address Automatically” dan juga pada setting “Obtain DNS server Address Automatically”.

Migrasi dari konfigurasi APIPA atau “Alternate”

Jika suatu client computer telah dikonfigure untuk menerima IP address automatically begitu juga DNS server addressnya, dan network tidak menggunakan ICS (Internet Connection Sharing), anda cukup melakukan pembaharuan konfigurasi IP address (renew) agar menerima konfigurasi dari DHCP server.

Untuk memperbaharui IP address, ketikkan di command prompt:

C:> ipconfig /renew <tekan Enter>

Alternative nya, anda bisa restart computer anda dan konfigurasi IP dari DHCP server akan diterapkan saat computer reboot.

Migrasi dari konfigurasi ICS connection

ICS adalah koneksi sharing dari dial-up pada server yang memberikan akses Internet ke client computers dalam Jaringan dan secara automatic meng-konfigure client computer dengan suatu IP address pada subnet range 192.168.0.x. Karena konfigurasi ini akan bersaing dengan dengan layanan DHCP server, anda harus menghapus konfigurasi ICS pada server dan restart computer server sebelum instalasi component Windows DHCP atau menambah role DHCP server.

Akan tetapi procedure diatas tidak jarang tidak berhasil seperti yang diharapkan. Secara teori jika computer sudah di-setup untuk menerima IP address secara automatically, tidak ada lagi yang perlu dikonfigure kecuali cukup dengan reboot computer maka dia akan mendapatkan IP address dari DHCP server. Akan tetapi dalam prakteknya anda akan mendapati bahwa client computer dari ICS akan tetap memegang IP address dari konfigurasi ICS walaupun layanan DHCP server sudah di berikan.



Untuk mengatasi hal ini, yang perlu anda lakukan adalah dengan memancing computer tersebut dengan memberikan IP statis secara manual setelah konfigurasi ICS dihapus; prosedur ini akan memutus koneksi ICS. Restart computer tersebut kemudian setelah itu anda kembalikan setting property dari TCP/IP nya untuk menerima IP address automatis dengan memilih opsi “Obtain an IP address automatically” dan juga “obtain DNS address automatically”. Dengan cara ini komputer anda akan migrasi dengan bersih untuk menerima IP address dari DHCP server segera setelah di reconfigure untuk menerima IP secara automatis.

Bagaimana cara instalasi DHCP server, silahkan ikuti link dibawah ini:

Bagaimana cara instalasi DHCP Server?

 

You may also like...

64 Responses

  1. Franky says:

    Kalau sudah coba ikutin step by step how to configure DHCP di Windows 2003, tapi setelah client connect selalu dapet IP awalan 169 (ga dapet ip address) itu kira-kira salah dimananya ya? tq…

  2. admin says:

    apakah semua clients gak dapet IP? apakah DHCP integrated sama AD? apakah zone sudah diaktifkan? Coba dilihat di console DHCP nya apakah sudah kelihatan normal, DHCP active?
    IP 169.254.X.X it berarti APIPA, gak dapat IP dari DHCP.

  3. chika says:

    bagaimana cara setting TCP IP di client dan server….??

  4. admin says:

    coba di artikel ini: Konfigurasi TCP/IP, saya kita da bahas disini.

  5. wongbulu says:

    Urgen boss, XP saya tidak bisa konek karena ip address dari apipa (169…) bukan dari dhcp (192..) gimana merubahnya boss sudah semua tutorial diatas saya praktekan tetep limited or no connectivity. juga sudah saya pancing pake manual.

  6. Ki says:

    coba di dua artikel saya tuch trubleshooting jaringan sama satu lagi masalah jaringan wireless

  7. thoz says:

    ga ada komen za buat q……….
    il’y q g ngerti,,

  8. IIS MASPUFAH says:

    MINTA ARTIKEL,,,,AWAL MULANYA ADA DHCP?

  9. Zainal Mojokerto says:

    Minta Artikel Perihal Port…?

  10. Andra says:

    tanya ne mas, kelas saya terdapat 15 PC dan 1 buat clientnya. dalam kelas saya IP addrenyx sudah dynamic dri telkom speedynya. saya buat DHCP server di windows server 2003 ternyata client2ku ini gak mndpat dynamic IP dri serverku tpi dri speedy. knapa kok gak dpet dri serverku???

  11. Andra says:

    Tanya lagi mas. saya udah configure dhcp server buat jringan lokal. dlam networkku terdapat 5client wimdows XP dan 1client windows server. ip yg saya sewakan dri dhcp server hanya dapat dipakai oleh client windows server. dan yg XP mlah dapet ip APIPA ada juga yg tidak mndapat IP. sudah saya renew tapi tetep gak bisa. tlong bantu saya dgn jelas mas.
    thanks

  12. Ki says:

    DHCP tidak boleh ada dua kecuali zone berbeda, tidak boleh ada zone pool yang sama -bisa conflict. Mending yg di speedy dhcpnya di disable.
    Untuk server baiknya memakai static address, sehingga IP nya tidak dinamis ber-ubah2 agar bisa di manage dg baik. Kalau memang server hrs mendapat IP dr dhcp maka harus menggunakan ip reserve dg mengenalkan MAC address dari server ybs dan didaftarkan di dhcp.
    untuk memastikan semua pc bisa menerima ip dari dhcp, matikan sementara (non-active) dhcp dr server dan check juga dhcp pool di speedy berapa ip poolnya, karena anda menggunakan sekitaran 15 ip, barangkali di speedy pool ip nya cuma 10. lalu renew semua pc …semoga bisa membantu

    Thx, Ki

  13. bayorahap says:

    Ki, saya sudah berhari2 menyimak seluruh halaman jaringan-komputer.cv-sysneta.com, dan saya minta pencerahannya, bagaimana mendesign sebuah jaringan dikantor, ada speedy, HUB Gigabyte, server data dan 2 buah AP, satu AP utk jaringan lokal(dlm kantor dan bisa internet) dan satu lagi utk Hotspot.bagaimana yg terbaik pengaturannya agar hotspot tdk mengganggu jaringan internal?dr speedy kmn dl & AP hotspot ambil internet dr mn?maturnuwun..

  14. bayorahap says:

    …nyambung sedikit ki, client internal kantor saya -+20 PC dan terconect lwt AP/wireless + 1 server data,dan 1 AP utk hotspot umum.sebaiknya drmn/siapa yg punya wewenang dgn DHCP-nya?AP dlm jaringan internal,modem speedy atau servernya dibuat DHCP?1 apa 2 DHCP?1 apa 2 zona?bgmn membuatnaythanks.

  15. Ki says:

    Thanks bayo …!
    menurut hemat saya tetap satu dhcp di speedy saja …dg pool yang mencukupi 30-an IP dan dalam satu segmen jaringan, kalao mo aman sich emang pake 2 segmen jaringan, tapi ribet karena harus ada yg berfungsi sbg router utk bisa komunikasi antar segmen. AP nya pake apa …Linksys? AP Ethernet port pake static IP saja biar gampang di telnet …sementara untuk managemen user gimana? apa anda pake Widnows server dg AD dan DNS juga? kalau pake AD managemen usernya gampang bisa diatur per container …bikin group policy agar user hotspot mempunyai akses terbatas tertentu saja.
    kalo mo batasi siapa yg bisa akses internet, bisa di control lewat AP dg menggunakan security MAC.

    mungkin dikit ini bisa membantu …Thx

  16. bayorahap says:

    ..saya masih awam sekali ki,sementara,server ada 2 LAN card,1 LAN dari speedy dan disharing,1 LAN gigabyte lg dari server conect lgs lwt kabel UTP ke HUB 16 port Gb lwt LAN jg,sementara ada 1 AP TP-Link seri “n” yang DCP-nya saya disable,conect lwt kabel UTP ke HUB jg.utk 20 client conect ke server lwt wirelles ke AP TP-Link dgn MAC addres filtering.disisi lain masih ada 1 AP Linksys utk hotspot yang saya masih bingung,gmn ngaturnya,conect kmn agar tidak menggangu internet/jaringan internal saya.mohon petunjuk Ki,topologynya seperti apa atau bagaimana yang terbaik dan mudah mengelolanya.makasih sekali ki..

  17. Admin says:

    gw ngerti maksud anda, kasarannya satu segment untuk internal purpose, sementara satu segment untuk guest. Kalau AP tidak mempunyai fasilitas “Guest Security” maka anda harus membuat segmen jaringan, ini ribet karena perlu membuat 2 segment dengan menggunakan router untuk membagi / filter traffic. Kalo server anda pake windows server – anda bisa gunakan server ini sebagai router juga, anda bisa pasang tiga NIC adapter. Satu NIC untuk input dari modem speedy (sebagai gateway / default route), satu NIC segment A dan satu NIC lagi untuk segment B. Tapi anda juga perlu mengatur routing static di masing-2 interface agar traffic bisa flowing …ini ribet memang kalau anda gak faham betul masalah Windows server routing …

    kalau mau gampang …cari wireless router yang mempunyai fasilitas GUEST security yg memungkinkan anda membuat hotspot untuk guest sebagai security boundary terpisah dengan jaringan internal anda…harus dilihat catalognya saya lupa ada beberapa wireless router yg punya fasilitas tersebut …cukup satu router untuk internal maupun external

    Thx, Ki

  18. bayorahap says:

    terimakasih ki pencerahnnya.semoga sgl apa yang ada di jaringan-komputer.cv-sysneta.com bisa menjadi sarana belajar dan inspirasi bagi kita semua memecahkan segala permasalahannya..Thx.

  19. LIA says:

    KENAPA PADA SAAT KONFIGURASI DHCP HARUS BUAT SCOPE TERLEBIH DULU TRUZ BARU BSA MELANJUTKAN KE PROSES SELSNJUTNYA ? APA GAK ADA CARA LAEN BIAR LBH CPET?

  20. Ki says:

    @Lia: selayaknya dalam design sesuatu haruslah punya daftar checklist terlebih dahulu …misal dhcp, kita harus punya daftar check-list apa saja misal: ip range yg bakal di pakai, ip excluded, dns yg akan dipakai, default gateway …dan seterusnya …jadi saat anda ditanya bikin scope tidak stuck disana berapa scope yg akan di konfigure. kl masalah kecepatan kan karena ada kendala saja …harus diisi berapa scopenya …

    jadi intinya biar cepat instalasinya …bikin designnya dulu dg menggunakan check-list …Thx

  21. aan says:

    cara setting DHCP server ge mana??
    biar komputer clin dapet IP langsung konek

    • admin says:

      aan pake WIndows server ato apa …? Dr wizard instalasi sebenarnya da cukup kok. Yg penting diketahui dulu ip jaringan berapa, subnet, gateway, dns, pool ip address ..dan actifkan terus authorized ….

  22. ms says:

    Bagaimana cara seting TCP/IP agar tidak bisa dilihat dan diubah-ubah oleh penguna komputer di jaringan LAN. Terima kasih

    • admin says:

      kalau anda pake windows Active Directory …anda bisa bikin group policy dan di aplikasikan ke semua pc clients pada container tertentu yg anda bikin.
      secara manual anda bisa lakukan langkah berikut:
      lakukan run ketik mmc > add-remove snap-in > add > group policy > local computer > close > OK
      anda buka di bagian User configuration > administration template > control panel > disana ada “prohibit access to the control panel” anda pilih enable. User tidak bisa membuka control panel dan semua item yg ada di dalam control panel …

  23. sulton says:

    saya merasa mendapatkan ilham dari tulisan mas admin, tapi lebih asik lagi kalau mas admin mau memberi tahu secara rinci setting DHCP lengkap dengan previewnya

    oyw, izin repost yaah..

  24. juni ananda says:

    thanks ya

  25. arifin says:

    mas salam kenal kbtulan newbie nih mas. dari Comment mmc > add-remove snap-in > add > group policy > local computer > close > OK
    anda buka di bagian User configuration > administration template > control panel > disana ada “prohibit access to the control panel” anda pilih enable. User tidak bisa membuka control panel dan semua item yg ada di dalam control panel. klo ga slah pk pass ya mas klo lupa pass nya gmana mas ???? terima kasih.

    • admin says:

      emang ini adalah wilayahnya administrator …jadi anda harus tahu persis password adminnya …kalo lupa …walah yach susah, gak ada cara lain ..reinstall … password admin jangan sampai hilang …
      ada yang lebih tahu?

  26. arif hidayat says:

    sebelumnya minta maaf mas karena saya tiba2 minta tolong sama jaringan-komputer.cv-sysneta.com selama 1 hari penuh ini masih g berhasil setting antamedia hotspot!
    gmn sya mesti mensetting antamedianya?untuk topologinya sebagai berikut
    topo logi sebelum hotspot: http://picasaweb.google.com/lh/photo/dQo2MsP1JvneHknzAOJf23suuspPFPQRFyvoOPWBSW8?feat=directlink
    tanpa menghapus billing deskpro dan client LAN tetep masuk ke billing deskpro sedanggkan pengguna hotspot bisa masuk ke antamedia bagaimana?
    dan sekarng topologi hatspot dan LAN yang saya miliki : http://picasaweb.google.com/lh/photo/PIQ4RZ_fJvZOtHUNgMClRXsuuspPFPQRFyvoOPWBSW8?feat=directlink
    mohon penjelasannya ya mas?

  27. ki says:

    ma’ap kedua software tsb aku gak tahu, deskpro dan antamedia.
    dari kedua topologi, apakah tp-link AP dhcp range ip poolnya gak overlap sama yg di modem? coba bedakan rangenya misal di modem antara 192.168.1.2 sampai 10, dan di AP dari 192.168.1.50 – 70 misal. Terus pelajari di deskpro apa cara record berdasarkan IP address atau apa …mestinya kalo dg ip address, anda bisa merecord kedua range ip address baik dari modem maupun dari AP.

    cheers,
    Ki

  28. arif hidayat says:

    di demonstrasikan ki!!!masih belum mudeng

  29. ki says:

    ini system udah jalan normal nggak, dalam arti clients bisa akses internet?di configurasi modem-router di td8871 itu ada dhcp servernya gak? atau hanya modem? kalo ada coba periksa range ip address untuk dhcpnya …dan juga di wa701 itu by default pasti sudah ada dhcp range aktif …check lagi apa range nya overlap dg yg di modem

  30. arif hidayat says:

    makasih ki tp ada solusi lain g ?buat saya begini!!!yang pasti clent LAN masih tetep masuk ke billing deskpro dan client hotspot masuk ke antamedia ? bagai mana mengatur konfigurasinya?maaf banyak protes karena masih tahap belajar 😀

  31. wawan says:

    Kalau sudah coba ikutin step by step how to configure DHCP di Windows 2003, tapi setelah client connect selalu dapet IP awalan 169 (ga dapet ip address) itu kira-kira salah dimananya ya? tq…

    • admin says:

      169.254.xxx.xxx adalah IP address APIPA. ini berarti client belum dapat ip dari dhcp. pastikan zone active, dhcp di authorized …dan client memang di enable untuk terima dhcp. coba baca juga troubleshooting dhcp disini.

      good luck

  32. Maulana says:

    Dear Admin
    saya hendak membuat server dengan asumsi sperti ini PC Server-ADSL Router Wireless-2.4GHz High Power Wireless Outdoor CPE – Swich-Client1 ~ 10, apa yg harus di siapkan dan di konfigurasikan..

    trims

    • admin says:

      Hi Maulana,

      server anda nanti pake apa, apa ada dhcp juga? jika anda pakai adsl router wireless dia sudah ada dhcp, jadi server anda tidak perlu dhcp. adsl wireless biasanya ada 4 port Ethernet RJ45, tentunya satu port ke NIC server, dan satu port ke outdoor CPE. Outdoor cpe emang mo pake clients outdoor …seberapa jauh? seberapa besar hambatannya?
      untuk wireless seharusnya di encrypt WPA/WPA2 tergantung AP cpe anda dan juga wireless clients …what else?

  33. maulana says:

    Dear Admin
    Sekarang ini saya belum menerapkan sistem Client-Server, Rencana Hendaknya membuatnya, nah permasalahannya gimana mengkombinasikan Adsl Router Wireless dengan AP cpe ..soalnya saya sudah coba dan seperti bentrok…ADSL Router Wirelessnya hilang sinyal terganti dengan AP nya..

  34. ki says:

    outdoor cpe anda diconfigure sebagai apa? repeater, bridge, atau apa? kalo repeater tentunya ssid dan channel sama … coba wireless adsl dan cpe nya apa?

  35. maulana says:

    Dear Ki

    Wireless Adsl Corega WLBAR400, dan Ap Cpe TP-LINKWA5210G

  36. ki says:

    kalo corega gak tahu aku, kalo tp-link bisa pelajari specnya disini. funsgsinya TP-LINKWA5210G uni sebagai AP ..jadi tentunya sinyalnya kuat sekali …jadi client terima dr AP …jadi yg adsl gak perlu diaktifin wirelessnya (kalo ada on/offnya).

  37. maulana says:

    TP-LINKWA5210G saya setting Sbagai AP, dan saya coba hanya di ON kan saja..tpi kenapa ADSL WIrelessnya hilang SSIDnya

  38. ki says:

    kalo udah ada wireless dr adsl, kenapa perlu wireless AP lagi .. kecuali TP-LINKWA5210G di configure sbg wisp untuk clients dg jarak yg jauh. Ato diconfigure sbg wireless wds bridge.

  39. maulana says:

    Dear ki
    rencana AP trsebut untk client yg jaraknya jauh dan ngg dpat sinyal ADSL Wirelesnya, nah bagaiamana cara setting agar tdak bntrok

  40. ki says:

    nah itu dia, jadi sebenarnya AP dipakai sebagai wireless bridge disisi client di long distance area, bukan nantinya nempel di router. Coba waktu adsl yg hidup, di pc dapat ip berapa secara automatis, dan cek juga saat AP di connect hidup ke router, di pc dapet ip berapa. default ip address AP ini adalah 192.168.1.254 … kali aja bisa dilacak dari konfigurasi ip anda.

    Nantinya dg clients di remote area, coba configure sbg AP – Universal AP mengarah ke router (isi MAC addressnya)iru kalo compatible dg coreganya … Mestinya sich ADSL router tanpa wireless =>WA5210G (sebagai AP router) => disisi remote WA5210G sebagai AP Universal repeater. Just try dulu …

  41. maulana says:

    Maaf ki…bru ngerespon nih
    baru ol lagi…bru bngun sakit…ok deh konsepnya di try dulu sola nnti hasil di kabari lagi trims..

  42. fitria says:

    knapa DHCP pada pc harus ada???????????

  43. niesa says:

    bagaimana cara setting microtik wjan bolik ya,,,

  44. niesa says:

    bagaimana cara setting mikrotik dial up ya?

  45. Ki Grinsing says:

    fitria: kenapa dhcp harus ada? kalo pc standalone lu kagak perlu dhcp juga gak apa …dhcp perlu kalo ada jaringan dari beberapa compi sampai ratusan compi…emang mo ngentry ip address manual satu2 …bisa kriting tangan tuch …dan lagi bakal rentan salah ketik ….kalo ada dhcp server, agan bisa duduk ngopi sante …karena gak perlu setting ip static compi satu persatu …semua berjalan automatic dan free ip conflict …

  46. Ki Grinsing says:

    Niesa: kalo mikrotik da ada wadahnya sendiri …ane gak bahas mikrotik …wajan bolik consult di bang Ono …

  47. Apoeyz says:

    om, gag ada print screen nya yak ??

  48. Satrio ajja says:

    ki mau nanya kalau kita bikin suatu jaringan melalui DHCP tiba” ada client bermasalah cara mengetahui client yang bermasalah gmana??
    misalkan saya bikin 20 client tiba” client 5 mati / mengalami masalah, kira” server tau g??
    dan cara memberitahukan’a gmana masalah client ke server??

  49. Ki says:

    kalo pada ip leased mestinya 50% masa leasing client minta memperpanjang leasing ipnya, dan mestinya kalo gak ada request memperbaharui ip, dia akan hapus ip tsb dari ip poolnya. Kecuali kao ada software yg monitoring node-node di jaringan ..

  50. hendri says:

    kantor saya punya 2 router speedy telkom, gimana caranya 2 jaringan router tsb menjadi jadi satu jaringan

    • Ki Gr says:

      Kalau kedua link speedy mau dijadikan satu link, gunakan saja router dual wan, misal TP-LINK TL-ER604W, atau Cisco RV042 …dan banyak lagi.

  51. didie says:

    min mau tanya , kenapa dhcp nya gak langsung dari server aja? tolong berikan alasan yang kongkrit agar saya lebih tau perbedaannya dhcp yang dari router sama dari server.. thx min

    • Ki Gr says:

      Nah kalo sudah ada server yach dhcp dari server saja lebih fleksible maintainancenya, yang di router di disable saja. Kan kalau di rumahan itu kan hanya ada router, jadi ngikut dhcp dari router.

  52. himabara@gmail.com says:

    min saya mau tanya, ip address pc dan laptop saya bentrok, sama-sama ber IP address 192.168.0.101. cara sama mengganti ip tersebut di salah satu komputer saya itu bagaimana ya? masalahnya setiap saya restart router atau meng- “release/renew” ip di masing-masing pc dan laptop, hasilnya nihil, tetap bentrok. mohon pencerahannya..

  53. regi says:

    saya setting dhcp dan acl di switch layer 3 (cisco packet tracer). Awalnya berhasil, tapi ketika program di close dan saya running lagi programnya …. “DHCP Request Failed”
    nah itu kenapa ?? mohon bantuannya pak ..
    terimakasih

  54. alfian says:

    min mau tanya.
    jaringan saya connect, tetapi bisanya youtube aja. yang laenya gk bisa gtu
    itu kenapa yah
    apa masalah DHCPnya masih disable kali yah
    thankss

  55. Febi Riansyah says:

    Sebelum kita melakukan pendistribusian ip address kepada client, maka yang sangat diperlukan oleh DHCP Server itu apa ya?

    • Ki Gr says:

      yang perlu diperhatikan adalah parameter dari dhcp yang diperlukan misal
      1. IP address jaringan dan juga subnetnya
      2. IP range yang akan disewakan ke clients (ip address pool)
      3. Gateway dan DNS

      IP address dari dhcp server harus berada dalam ip jaringan yang sama dengan clients agar lebih mudah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *