Jaringan Frame Relay

Berbagai Topology Frame Relay

Jaringan Frame relay secara umum sudah saya bahas diartikel FR sebelumnya, sekarang saya akan coba menjelaskan sedikit lebih rinci mengenai jaringan Frame relay. Ada berbagai macam topology dalam jaringan frame relay ini yaitu:

1. Topology Star atau disebut Hub and Spoke topology

 



Topology Hub and Spoke adalah jaringan frame relay yang paling banyak dipakai dikarenakan pemakaian virtual circuit paling sedikit untuk menghubungkan hanya dua atau beberapa kantor atau site saja. Konfigurasi router bisa melibatkan pemakaian interface Multipoint ataupun Point-to-Point Sub-interface untuk mendifinisikan topologynya.

Frame Relay - Hub and Spoke

Frame Relay – Hub and Spoke

Diagram diatas merupakan topology Hub and Spoke yang merupakan jaringan Point-to-Point circuit tersendiri untuk setiap masing-2 kantor cabang atau setiap site yang terhubung dengan kantor pusat. Model ini merupakan model paling ekonomis yang bisa anda pakai untuk menghubungkan antar site anda.

2. Topology jaringan Frame relay Full-Mesh

 

Frame Relay Network - Full Mesh

Frame Relay Network – Full Mesh

 

Diagram ini merupakan topology Full-Mesh dimana setiap masing-2 kantor / site mempunyai jaringan Point-to-Point circuit tersendiri yang menghubungkan setiap kantor yang berbeda. Model ini adalah model yang paling mahal dalam  karena kita harus menyewa setiap circuit (CIR) yang kita pakai.

3. Topology Partial-Mesh

 

Frame Relay Network - Partial Mesh

Frame Relay Network – Partial Mesh

 

Diagram ini merupakan topology jaringan frame relay Partial-Mesh yang merupakan solusi frame relay lebih ekonomis dari topology Full-Mesh. Jadi hanya beberapa kantor / site saja yang mempunyai jaringan koneksi langsung antar kantor, sementara kantor / site lain tidak secara langsung terhubung.

Sub Interface

Jaringan frame relay Sub-Interface memungkinkan kita memakai satu interface fisik router yang sama untuk beberapa virtual circuit. Hal ini merupakan penghematan yang sangat besar dalam menyediakan suatu interface tunggal yang bisa dipakai untuk beberapa koneksi WAN. Hal ini juga bisa mengatasi berbagai masalah koneksi yang berhubungan dengan operasi normal dari protocol routing dinamis.

 

Frame Relay Network - Sub-Interface

Frame Relay Network – Sub-Interface

 

Kesalahan konfigurasi FR dapat menyebabkan berbagai masalah yang berhubungan dengan jaringan. Beberapa masalah ini bisa diatasi hanya dengan mengikuti petunjuk dasar konfigurasi. Jika suatu jaringan frame relay mengalami banyak munculnya pesan notifikasi adanya kenaikan kongesi (red. membludaknya data transmisi) atau terasa lambatnya performa jaringan secara terus menerus, maka perlu diadakan kajian atas kebutuhan bandwidth circuit WAN yang mungkin perlu dinaikkan. Atau bahkan perlu pengkajian kalau saja ada masalah dengan design system anda yang menyebabkan mampetnya jalur circuit anda.

Konfigurasi Frame Relay

Berikut ini adalah tugas umum yang perlu dilakukan dalam konfigurasi frame relay.

  1.  Enable frame relay pada interface (serial S0 ataupun S1 dari router anda) dengan cara memilih jenis “Encapsulation type”
  2. Memberikan address network layer pada interface seperti IP address interface S0 atau S1
  3. Mengkonfigurasi address dynamic (menggunakan “inverse arp”) ataupun address statis (mapped interface)
  4. Untuk sub-interface Point-to-Point, atau sub-interface Multi-point dengan menggunakan dynamic address, gunakan DLCI pada sub-interface
  5. Untuk setting opsional gunakan LMI setting

Catatan: secara default router Cisco melakukan autosensing jenis LMI yang dipakai dan melakukan konfigurasi sesuai jenis LMI seperlunya. Anda perlu melakukan setting LMI jika router gagal melakukan autosensing atau anda perlu melakukan setting manual.

Yang berikut adalah step untuk konfigurasi jaringan Frame relay:

Cisco command Keterangan
Router (config-if) # encap frame Enable frame relay dan setting metoda “encapsulation type”
Router (config-if) # ip address 10.0.0.1 255.0.0.0 Memberikan suatu address network layer pada interface yang dipilih
Router (config-if) # frame inverse-arp

Atau melakukan static address

Router (config-if) # frame map ip 10.0.0.3 100

Enable inverse-arp (jika kondisi ‘disable’) atau melakukan pemetaan manual ke nomor DLCI
Router (config-if) # frame lmi-type cisco

Router (config-if) # keepalive 9

Konfigurasi jenis LMI

Konfigurasi serial sub-interface: Point-to-Point

Untuk melengkapi interface Point-to-Point anda bisa melakukan step berikut:

Cisco command Keterangan
Router (config-if) # encap frame Enable jaringan frame relay dan setting metoda “encapsulation type”
Router (config-if) # int s0.1 point Membuat sub-interface pada serial s0 dan memberikan identitas interface Point-to-point
Router (config-subif) # ip address 11.0.0.1 255.0.0.0 Memberikan address network layer
Router (config-subif) # frame interface-dlci 100 Konfigurasi jenis addressing static ataupun dynamic

Catatan:

Untuk sub-interface Point-to-Point ataupun sub-interface multi-point dengan addressing dynamic, anda juga harus memberikan suatu nomor DLCI pada sub-interface.

Konfigurasi sub-interface Multi-point

Step berikut adalah konfigurasi jaringan frame relay serial sub-interface multi-point

Cisco command Keterangan
Router (config-if) # encap frame Enable jaringan frame relay dan setting metoda “encapsulation type”
Router (config-if) # int s0.100 multipoint Membuat sub-interface dan mengidentifikasikan interface multipoint.
Router (config-subif) # ip address 13.0.0.1 255.0.0.0 Memberikan address network layer
Router (config-subif) # frame interface-dlci 300

Atau konfigurasi static address

Router (config-subif) # frame map ip 13.0.0.3 300

Konfigurasi static ataupun dynamic addressing (DLCI untuk untuk inverse-arp)

Catatan:

Untuk sub-interface point-to-point atau multi-point dengan dynamic addressing, anda harus juga memberikan DLCI number pada sub-interface.

Konfigurasi jaringan frame relay back-to-back

Pada seksi sebelumnya dijelaskan router connect pada frame relay yang sudah ada dan router di konfigurasi sebagai DTE dengan DCE nya adalah frame relay switch di jaringan Telkom penyedia frame relay di central office. Anda bisa configure Cisco router sebagai DCE dalam suatu scenario jaringan frame relay back-to-back untuk keperluan testing.

Lengkapi step berikut untuk konfigurasi dua router yang dihubungkan back-to-back.

  1. Hubungkan kedua router dengan kabel yang benar, gunakan kabel DTE pada satu router dan kabel DCE untuk kabel router satunya atau gunakan saja suatu kabel DTE/DCE crossover cable.
  2. Pada modus interface, set “clock rate” pada interface router yang berfungsi sebagai DCE.
  3. Lengkapi konfigurasi item-2 berikut untuk setiap interface yang terhubung.

a. Enable jaringan frame relay dan set metoda “encapsulation”

b. Berikan addressing network layer

c. Matikan “keep-alive” interval

d. Petakan address pada DLCI (gunakan DLCI yang sama untuk keduanya) atau berikan DLCI number pada interface (gunakan DLCI yang sama untuk keduanya)

Command-2 berikut digunakan untuk konfigurasi kedua router untuk setiap interface terhubung.

RouterD (config) # int s0
RouterD (config-if) # encap frame
RouterD (config-if) # ip address 10.0.0.1 255.0.0.0
RouterD (config-if) # no keepalive
RouterD (config-if) # frame map ip 10.0.0.2 100
RouterD (config-if) # clock rate 56000
RouterE (config) # int s0
RouterE (config-if) # encap frame
RouterE (config-if) # ip address 10.0.0.2 255.0.0.0
RouterE (config-if) # no keepalive
RouterE (config-if) # frame map ip 10.0.0.1 100
Anda juga bisa menggantikan command berikut untuk command frame-relay map untuk kedua router

Frame-relay interface-dlci 100

Cara monitoring jaringan frame relay

Setelah selesai diconfigure, anda bisa menggunakan beberapa command untuk memonitor atau melihat konfigurasi frame relay anda pada router. Sebagai tambahan command #show run, gunakan command-2 berikut untuk melihat informasi / status frame relay.

Jika anda ingin melihat Gunakan command berikut

 

DLCI numbers Show run

Show frame pvc

Frame relay network encapsulation method Show int

Show run

Interface configuration (DCE or DTE) Show frame pvc

Show int

LMI information and traffic statistics Show frame lmi

Show int

Global traffic statistic Show frame traffic
Addresses and associated DLCIs Show frame map

By Ki G



You may also like...

2 Responses

  1. benri albertus says:

    saya benri albertus mengucapkan terima kasih atas paparan saudara tentang Jaringan frame relay. diatas, saudara memaparkan Ada berbagai macam topology dalam jaringan frame relay ini yaitu:1.Topology Star atau disebut Hub and Spoke topology,2.Topology jaringan Frame relay Full-Mesh. dari dua Topology frame relay ini mana yang paling baik untuk ditempatkan dalam bidang akademis, dan apa kelebihan dan kelemahan dari dua Topology Frame relay secara mendetail? saya ucapkan terima kasih atas perhatiaanya.

    • admin says:

      topology hub & spoke dan full mesh dari segi ekonomis full mesh mahal karena membutuhkan dedicated lines untuk setiap site disamping itu sangat rumit. kalau memang lokasi di perkotaan untuk menghubungkan dua titik dengan aman mendingan memakai produk Telkom VpnIP yg layanannya ke seluruh indonesia asal ada jaringan kabel telkom. Full mesh jelas memang bagus karena tingkat redundansinya tinggi – kembali kepada kebutuhan kita seberapa urgent harus mempunyai jaringan full-mesh. Apalagi kalau jaringan antar kampus kenapa tidak menggunakan VPN saja untuk akses antar site secara aman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.