IP Address design Untuk Beberapa Site Dalam Corporate Anda

Salah satu tugas yang perlu kita lakukan dalam design jaringan adalah design IP address yang bisa kita aplikasikan kepada system jaringan kita baik untuk jaringan local LAN kita sampai jaringan antar LAN melewati koneksi WAN.

Perlunya IP address untuk komunikasi

Untuk bisa berkomunikasi pada suatu jaringan private ataupun pada jaringan public Internet, setiap host pada jaringan harus diidentifikasi oleh suatu IP address. kenyataan perlunya IP address bisa dipahami dalam kenyataannya bahwa:

  • Setiap segmen fisik jaringan memerlukan suatu address unik pada jaringan tersebut
  • Setiap host pada suatu jaringan memerlukan suatu IP address yang unik dalam segmen jaringan tersebut
  • IP address terdiri dari ID jaringan dan ID host
  • Class address dan subnet mask menentukan seberapa banyak IP address yang bisa dibuat dalam segmen jaringan tersebut

IPv4 – IP address version 4 – terdiri dari 32-bit number, biasanya ditulis dalam notasi decimal seperti 192.168.200.100.

 

IP address Class

IP Address bisa dikelompokkan dalam Class IP seperti dalam table dibawah ini, sementara dalam real world anda memerlukan hanya class A; Class B; dan Class C saja.

Tabel A Class IP

Class Type Start Address End Address Default mask Notes
Class A 1.0.0.0 127.255.255.254 255.0.0.0
Class B 128.0.0.0 191.255.255.254 255.255.0.0
Class C 192.0.0.0 223.255.255.254 255.255.255.0
Class D 224.0.0.0 239.255.255.254 Multicasting
Class E 240.0.0.0 255.255.255.254 For testing

 




 

Kelompok IP address

IP address ini bisa dikelompokkan dalam dua golongan IP address:

1. Public IP address,

adalah IP address yang secara global merupakan IP address yang unik yang terhubung dalam jaringan Internet. Untuk mendapatkan IP public ini anda harus menghubungi ISP anda untuk membeli suatu kelompok kecil IP public yang bisa anda gunakan untuk berkomunikasi keluar jaringan private anda.

2. Private IP Address,

dibatasi oleh range tertentu yang bisa dipakai oleh jaringan private akan tetapi tidak dapat dilihat oleh public Internet. Internet Assigned Numbers Authority (IANA) telah menyediakan beberapa kelompok IP address private yang tidak pernah dipakai dalam global Internet. Tabel berikut ini adalah table Private IP address yang bisa anda gunakan dalam jaringan private anda, yang hanya bisa dipakai untuk komunikasi kedalam saja.

Tabel B

Class Type Start Address End Address
Class A 10.0.0.0 10.255.255.254
Class B 172.16.0.0 172.31.255.254
Class C 192.168.0.0 192.168.255.254

Untuk suatu host dalam jaringan private bisa berkomunikasi ke Internet maka memerlukan suatu server Proxy atau memerlukan suatu konfigurasi NAT – network address translation.

IP address bisa diberikan secara manual; secara dinamis oleh DHCP server; ataupun secara automatis dengan menggunakan Automatic IP Addressing (APIPA). Mulai Windows XP keatas, jika dalam suatu jaringan tidak diketemukan DHCP server, maka IP address akan didapat dari APIPA scheme. APIPA berada pada range IP address antara 169.254.0.1 sampai 169.254.255.254.

 

IP Address Khusus

Ada beberapa IP address yang mempunyai makna tertentu yang tidak boleh di pakai untuk IP pada host. Tabel berikut ini memberikan daftar IP address khusus

Tabel C

IP Address Pemakaian
0.0.0.0 Network address ini digunakan oleh router untuk menandai default route. Dengan default route kita tidak perlu mengisi routing table yang berlebihan. (beberapa jenis router yang lama menggunakan address ini sebagai broadcast address)
Semua bit pada porsi network pada suatu address adalah di set 0 Suatu address dengan semua bit dari porsi network dari suatu address di set 0 merujuk pada suatu host pada network “ini”, contoh:

0.65.77.233 – host specific pada network class A

0.0.77.52 – host specific pada network class B

0.0.0.69 – host specific pada network class C

Semua bits pada porsi host pada suatu address di set 0 Jika suatu address dimana porsi hostnya di set 0 berarti merujuk pada network itu sendiri, contoh:

Network Class A address : 115.0.0.0

Network Class B address : 154.12.0.0

Network Class C address : 223.66.243.0

Semua bits dari porsi host dari suatu address di set 0 Jika semua bit pada porsi host pada suatu address di set 1, maka ini merupakan pesan broadcast untuk semua host pada network tersebut, contoh:

115.255.255.255 – merupakan pesan broadcast ke semua host pada network Class A 115.0.0.0

154.90.255.255 – merupakan pesan broadcast ke semua host pada network Class B 154.90.0.0

222.65.244.255 – merupakan pesan broadcast ke semua host pada network class C 222.65.244.0

127.0.0.0 Address network ini adalah di reserve untuk keperluan address loopback. (catatan: Address ini di exclude pada range address pada Class A ataupin Class B). sementara address 127.0.0.1 merujuk pada local host.
255.255.255.255 Address ini digunakan untuk mengindikasikan pesan broadcast dimaksudkan ke semua host pada networl ini.

 

Subnet Mask

Saya tidak membahas disini masalah subnet mask secara detail karena subnet mask bagi sebagian praktisi agak membingungkan dan memerlukan bahasan yang agak mendalam. Berikut ini merupakan catatan penting mengenai “Subnet mask”:

  • Mengidentifikasikan bagian dari suatu “network” / jaringan dan porsi “host” dalam suatu IP address
  • Subnet masks dipakai untuk membuat keputusan routing
  • Classfull subnetting
  • Variable length subnet masking (VLSM)
  • Protocol routing

 

Design Kasus Guinea

Seperti dalam kasus scenario sebelumnya, gambar berikut adalah diagram corporate yang terdiri dari tiga sites yang terhubung melalui koneksi WAN. Ketiga sites tersebut adalah Guinea Smelter (ada sekitar 200 hosts); Lumpur site (ada skitar 1000 hosts); dan Hongkong Headquarter (ada sekitar 450 hosts).

 

ip address design

 

Ada baiknya memahami cara konversi IP address dari desimal ke biner dan sebaliknya disini.Untuk ketiga sites tersebut Directur IT anda memberikan range IP private antara 192.168.100.1 sampai 192.168.107.254. Bagaimana anda akan mengaplikasikan range IP address tersebut kepada ketiga site diatas? Kita lihat terlebih dahulu kebutuhan IP untuk ketiga site tersbut.

1. Guinea site memerlukan sekitar tak lebih dari 200 host untuk saat ini, tapi untuk antisipasi ke perkembangan 5 tahun kedepan diperkirakan ada penambahan host / user sampai tidak lebih dari 400 hosts.

2. Hongkong Headquarter memerlukan IP sekitar 450 host tidak lebih untuk 5 tahun kedepan.

3. Lumpur site memerlukan IP lumayan besar untuk saat ini dan prediksi 5 tahun kedepan diperlukan IP sampai sekitar 1000 host tidak lebih.

Pertama kali kita lihat dulu susunan range IP address pada range 192.168.100.0 – 192.168.107.254 ini, mengingat jumlah host pada masing-2 site berada pada range di kelipatan 255 maka kita perlu perhatikan susunan IP pada octet ke tiga dari kiri yaitu 100 – 107. Kita tahu bahwa pada network Class C ini ada 254 host yang bisa dipakai, sehingga kalau kita memerlukan sejumlah host pada range antara 200-an sampai 500-an maka kita memerlukan satu bit lagi dari 8 bit class C ini yaitu 9 bit untuk menghasilkan 500-an host (2 pangkat 9 = 512). Dan jika kita memerlukan host sekitar 1000 maka kita ambil 2 bit lagi kekiri dari 8 bit Class C ini yaitu jadi 10 bit untuk mendapatkan host sekitaran 1000 host (2 pangkat 10 = 1024).

Tabel D

Network address Perhatikan octet ketiga dari kiri Notasi biner
192.168.100.0 100 0110 0100
192.168.101.0 101 0110 0101
192.168.102.0 102 0110 0110
192.168.103.0 103 0110 0111
192.168.104.0 104 0110 1000
192.168.105.0 105 0110 1001
192.168.106.0 106 0110 1010
192.168.107.0 107 0110 1011

Jika setiap site hanya membutuhkan host pada range dibawah 254 host maka kita tidak perlu repot-2 memikirkan pembagian IP, kita cukup memakai 24 bit pertama sebagai network address dan 8 bit sebagai host (2 pangkat 8 = 256) yaitu:

192.168.100.0/24 untuk site A (8 bit untuk host = 254 host)

192.168.101.0/24 untuk site B (8 bit untuk host = 254 host)

192.168.102.0/24 untuk site C (8 bit untuk host = 254 host)

dan seterusnya untuk site D; E; F; G; dan site H yang masing-2 mendapatkan 254 host, sehingga subnet mask yang dipakai masing-2 adalah 255.255.255.0.

 

Kebutuhan 400 host

Kembali pada kebutuhan IP diatas, untuk kebutuhan sekiran 400 IP kita membutuhkan 9 bit untuk host (2 pangkat 9 = 512) dan sisanya adalah untuk IP network yaitu 32 bit dikurangi 9 bit berarti 23 bit untuk network. Perhatikan bahwa untuk satu network semua bit harus sama, yang berubah adalah bit host.

Jadi untuk IP network (23 bit) pada IP network 192.168.100.0 kita tulikan

Tabel E

192 168 100 sampai 101 0 sampai 254
1100 0000 1010 1000 0110 0100

0110 0101

0000 0000 => 1111 1110

Perhatikan pada kolom ketiga untuk 100 dan 101 bit yang berubah 1 digit terakhir saja, jadi angka 100 dan 101 ini bisa kita gunakan untuk range IP address dari 1 sampai 500-an. Begitu juga (perhatikan table D diatas) untuk angka 102 dan 103; 104 dan 105; dan 106 dan 107 merupakan pasangan yang bisa menghasilkan 512 host.

Jadi untuk site Guinea (saat ini hanya 200 host, 400 host 5 tahun kedepan) kita bisa tentukan untuk memakai IP pada range 192.168.100.0 sampai 192.168.101.254 atau lebih lajim ditulis dengan notasi:

192.168.100.0/23 dengan subnet mask 255.255.254.0

Perhatikan 23 adalah jumlah bit yang dipakai oleh network, sementara 9 bit untuk host.

Sementara untuk Hongkong Headquarter kita tentukan untuk memakai IP range antara 192.168.102.0 sampai 192.168.103.254 atau kita tulis dengan otasi:

192.168.102.0/23 dengan subnet mask 255.255.254.0

Kebutuhan 1000 hosts

Untuk kebutuhan IP sekitar 1000 host maka kita memerlukan 10 bit untuk host dan 22 bit untuk network. Perhatikan pada table D diatas, untuk 10 bit host maka perlu pinjam 2 bit di octet ketiga – jadi 22 bit yang tidak berubah adalah pasangan 4 angka pertama (100; 101; 102; 103) dan pasangan 4 angka kedua (104;105;106;107).

Karena 4 pasang pertama sudah kita pakai untuk Ginea dan Hongkong, maka kita bisa pakai untuk site Lumpur site pasangan angka kedua yaitu IP range:

192.168.104.0 sampai 192.168.107.254

Atau lajim kita tuliskan sebagai berikut (karena memakai 22 bit sebagai IP host):

192.168.104.0/22 dengan subnet mask 255.255.252.0

>

Jadi lengkaplah sudah design IP address untuk ketiga site di atas. Untuk bisa menghubungkan ketiga site diatas lewat koneksi WAN, maka kita memerlukan IP public.

Lihat juga artikel lainnya:

  1. Memahami routing protocols salah satu pondasi WAN
  2. RIP routing Vs IGRP – untuk jaringan WAN medium
  3. Memahami static routing – biasa untuk point to point connection
  4. Konfigurasi dasar Cisco router




You may also like...

66 Responses

  1. dion says:

    terima kasih sebelumnya…
    saya mau nanya lg?transfer data atau sharing data yg saya tahu menggunakan kabel LAN dan Wireles..selain kedua itu apakah ada media lain?jika ada boleh saya minta keterangannya lebih jelas??

    • admin says:

      media kalau tidak “Wired” yach “Wireless”. Wireless bisa meliputi gel radio line of sight dengan standart 802.11 (a/b/g atau yg terbaru 802.11n draft) atau yg lewat gelombang satelite untuk daerah remote site ….

  2. eiji says:

    ajarin sy gmn nntuin binary IP donnkk,,

  3. dovers says:

    sy mau tny, batas maksimal class ip addres brp?

    • admin says:

      Class IP A, B, atau C …atau yang IP Versi 6?
      Class C = 254, Class B= 65 K, Class A berapa hayo …? prinsibnya 2 pangkat (jumlah posisi bit yang dipakai hosts)
      Terus kalo IPv6 …gimana batasnya …?

  4. Tmy says:

    ki grinsing trims ya udh boleh mampir, bermanfaat banget artikel”nya.
    tapi saya masih aja nda ngerti 🙁
    paling nda bisa jaringan apalagi klu nda ada prakteknya.
    mohon reply ke email saya, harus dimulai belajar jaringan dari tahap apa.
    .trima kasih yo.

  5. dhani says:

    mantep Mas artikelnya.
    sy mau tanya nih, saya kan bikin jaringan LAN, ada 10 PC, nah waktu masukin IP Addres di setiap PC nya ga berurutan alias asal. 192.168.1.2 s/d 192.168.1.145.
    kalo sy mau ngecek IP addres semua PC ada ga mas cara yang simple, ga mesti ngecek satu persatu??
    makasih sebelumnya.
    *topologi Star yg dipake

  6. Ki says:

    dhani memakai server Windows atau apa? Kalau memakai jaringan WIndows jauh lebih praktis menggunakan atau mengaktifkan layanan DHCP server yang akan memberikan konfigurasi automatis ke semua client tanpa harus susah-2 takut konflik, dan managemennya juga gampang melihat IP mana saja yang kepakai.

  7. Meneer says:

    mas, mau nambahin tentang media…kalo ga wired yang wireless kan? kalo fiber optic masuk wired ga? termasuk wired sih…tapi isinya kan bukan copper/metal…
    trus kalo subnet mask 255.255.255.255 tuh artinya apa? soale di ADSL ku di assign IP trus subnetnya begitu. kalo jawabannya cuma ada 1 host, trus gmana caranya terhubung ke ISP? alasannya apa yah?
    Sori kebanyakan nanya

  8. admin says:

    “wired” bukan berarti harus metal – tapi fisik connection – bukan wireless yg lewat airwaves. subnet mask 255.255.255.255 udah dijawab diri getu …cuma ini address di sisi mana WAN port ato di LAN port ke PC?kalau di sisi WAN kok kayaknya gak mungkin ..gmn dia bisa conect point-to-point. Apalagi di PC, gmn dia bisa connect ke gatewaynya? subnet tsb biasanya di rule base access-list router, bukan di configurasi komputer ato router.

  9. Meneer says:

    nah itulah yang bikin ane bingung, kalo lagi konek ADSLnya trus di PC diliat pake ipconfig hasilnya adalah:
    IP (private) 192.168.x.x (lupa)
    subnet 255.255.255.255
    gateway 192.168.x.x (sama kaya IP)
    Semua itu ga nyambung ma teori subnetting yang udah dipelajari x,x

  10. Ki says:

    ntar, ini dari ADSL ke PC koneksinya apa ..? USB atao NIC RJ-45? Kalo di PC gak ada LAN Card sementara dari router ADSL ke PC pakai koneksi USB bisa jadi dia dianggap satu host embedded ke router. Jadi satu IP gateway saja. Kalau pakai NIC LAN dengan kabel UTP gak mungkin …

  11. serva says:

    mau tnya nih…
    192.168.100.0/24
    1. desain kebutuhan jaringnnya
    2. rancangan pengalamatn yang paling efisien
    thxks

  12. Ki says:

    maksudx apa nich Bro …?
    yg jelas nich /24 full 254 IP address …design kebutuhan jarngannya yach specific tergantung kondisi lapangan dan saat anda melakukan brainstorming terhadap suatu project …jadi gak bisa sembarangan asal design mentah tanpa ngelihat kebutuhan actualnya …

  13. anto says:

    minta penjelasan dong? saya install server 2003 tapi ap address di client blm bisa koneksi secara automatice trouble dnamana yah dapat ip di clientnya 168.254.35…..begitu mas minta tlg dong ada kesalahan dimana tolong kasih tau posisi kesalahannya

  14. Ki says:

    IP address tersebut menunjukkan address APIPA, berarti clients belum mendapatkan IP dari DHCP server:

    1. server 2003, apa ada juga services DHCP server di install di server tersebut …
    2. kalau sudah ada DHCP server di install, apa sudah di dibuat zone dengan IP pool yang valid sesuai dengan subnet yang dipakai ….?
    3. kalau sudah di install DHCP, zone sudah, apa sudah di authorized?
    4. apa pada jaringan tersebut sudah ada DHCP server lain …?

    intinya clienst tidak mendapatkan IP address dari DHCP server, jadi bisa troubleshoot di DHCP services.

    Salam,
    Ki

  15. Aung says:

    mohon penjelasan; untuk klas C 192.0.0.0 default masknya 255.255.255.0, kenapa dalam contoh diatas subnettingnya bisa menjadi 255.255.254.0 atau 255.255.252.0 , bukankah itu subnetting untuk klas A atau B. ? terimakasih, salam

  16. Ki says:

    kenapa 255.255.254.0 subnetnya? karena ada 2 network class C yang dipakai yaitu: 192.168.100.0 dan 192.168.101.0 secara berurutan. jadi jangan terpakau pada default subnet class C nya yang 255.255.255.0 (untuk 254 hosts)sementara antara 192.168.100.0 sampai 192.168.101.0 ada 500-an host, kalau anda pakai 255.255.255.0 maka anda hanya akan mendapat 254 host saja. Coba pelajari di artikel saya di Kalkulasi subnet mask

  17. nzr says:

    slm knl om…tulisannya bermanfaat jg ni buat aye yg pengen belajar.mo tanya dong,kalo mo liat IP address yg di private gmn c om..? trims

  18. Ki says:

    he..he…kalo ngelihat IP diri sendiri yach pakai ipconfig /all saja di command prompt …ini kan maksudnya …? atau yang lain …?

  19. joel says:

    kk mau nanya dunks…
    sebenarnya ketika LAN kantor bisa terhubung ke internet apakah pasti ada IP pulic/host untuk jaringan kantor itu sendiri?

  20. Ki says:

    koneksi ke jaringan public (internet) biasanya menggunakan IP address public hanya pada titik ujung router saja, dan pada ujung firewall yg berhadapan langsung dengan internet …dibelakang firewall adalah memakai IP address private.

  21. firman says:

    seandainya ada 10 komputer yang terkoneksi dengan server hanya 5 saja komputer yang terkoneki dengan baik sisanya disconnect….kira2 apa yang harus jikalau terjadi masalah tidak terkoneksinya komputer dengan server…makasih ^_^

  22. admin says:

    Sebenarnya gak jauh dari masalah koneksi fisik, design IP address dan segala hal yang berhubungan dg IP addres misal DHCP, atau bisa saja masalah lisensi.
    1. apakah yg tidak bisa konek itu sama semuanya? atau bisa semua pc gak konek tapi hanya lima saja yg bisa konek secara bersamaan?
    2. apakah pc yg gak konek itu konfigurasi IP nya sudah bagus dan sempurna
    3. apakah DHCP pool ip address nya tidak terbatas pada 5 IP saja? apakah dalam satu subnet?

    coba dech diperiksa lagi.

  23. maikb says:

    salam 1 m’sia
    sy nk tau mcm mane nk cek dhcp server 2003???
    pd pc server dpt internet tp pd pc client xdpt…
    tolong sy ergent 013-9151285 -alias or lie

  24. yanto says:

    mantap.jelas singkat padat.di tunggu kelanjutannya,

  25. Hendra says:

    Trimakasi suhu jadi nambah ilmu lg nih..
    Kalo boleh minta artikel tentang pembagian bandwitch pada mikrotik suhu.. sekali lagi trimakasih banyak.

  26. Adie says:

    Ada yg tau cara memperbaiki sambungan LAN gk???
    masalahnya gini. di warnet ini penghubung antara folder tiba2 terputus, itu kira2 penyebabnya apa ya. klo tau tolong post ke email saya di mxitc@yahoo.com….
    thk before,.,.,.

  27. ki says:

    penghubung antar folder maksudnya apa Mas …? Sharing gitu maksudnya?

  28. billy02 says:

    Mas numpang nanya. Saya pegawai labor praktek komputer di sebuah sekolah. Di labor tsb terdiri dari 20 unit komputer dengan spek yang sama dan OS yang sama (winxp), 1 buah hub 24 port, 1 buah router wireless, dan terkoneksi ke internet dengan modem pemberian dari telkom (speedy unlimited). Ke 20 unit komputer saya setting ip address manual dari 192.168.1.2 – 21. Modem disetting default (192.168.1.1), router wireless 192.168.1.200. Di modem pake setting IP range 192.168.1.2 – 250. Router wirelessnya range 192.168.1.201 – 250. Saya setting range IP LAN tersebut dengan harapan jika ada guru/siswa ingin konek ke internet dengan laptop, ip mereka antara 192.168.201-250 sehingga tidak menggangu PC yang ada di labor. Tapi nyatanya laptop yang konek ke internet mempunyai ip addres dengan range 192.168.1.2 – 250 (jika PC dilabor dalam kondisi mati) sehingga sering bentrok dengan komputer pc yang sudah disetting manual. Apa yang harus saya setting lagi agar tidak terulang lagi?NB: PC disetting manual untuk menjalankan suatu web aplikasi yang membutuhkan IP Static dalam suatu jaringan LAN.

  29. Ki says:

    anda pake wireless router ato wireless access point. Di speedy itu sudah router masalahnya. Gini saja, karena anda pakai ip statis pada ke 20 pc maka ip statis jangan dimasukkan dalam range dhcp di speedy. dhcp speedy bikin saja dari 25 sampai 120 …atau tetap pake dhcpnya di range 2- 120 tapi semua pc labfor di usbah jadi automatic, jadi gak bakal bentrok nantinya …
    kayaknya anda pakai wireless access point dech ….

  30. bily02 says:

    Betul sekali mas, Wireless access point, Kalau nggak salah ingat merk D-Link, tipenya lupa (Senin besok akan saya cek). Kalau ke 20 pc tersebut tidak dimasukkan dalam range dhcp speedy, apakah ke 20 pc tersebut masih bisa connect ke internet? Mohon maap telah merepotkan.

  31. Ki says:

    fungsi dhcp hanya untuk memberikan ip address secara automatis dan memastikan tidak ada konflik jika semua memakai dhcp. jadi gak masalah mendingan dinaikkan range nya di speedy untuk tidak memasukkan static ip dari 20 pc itu …

  32. bily02 says:

    Makasih mas, permasalahan sudah terselesaikan. Sekarang sudah tidak terjadi lagi bentrok IP address. Sekalian saya mau meralat Wireless Access Point yang digunakan itu Merk Linksys type WRT54G. Sekali lagi terima kasih banyak atas bantuannya. Sukses Selalu. BTW, Gimana yah cara meningkatkan daya jangkau (radius jangkauan) Access Point ini?

  33. andi says:

    Saya ingin mengetahui secara detail, bagaimana kita mengaplikasikan ip public jika kita hendak mengkonfigurasi nya ke dalam jaringan,(ip public = 125.167.x.x, eth0 dan ip lokal = 192.168.10.1)sehingga dapat melakukan ping ke jaringan public.

    Adapun spesifikasi alat yang digunakan adalah : modem multy cicco, pc router dengan 2 lan, hub dan pc server

  34. Ki says:

    pertama, ip public tersebut harus terdaftar di ISP karena bis ajadi ip conflic global bisa terjadi kalo sembarangan dan tidak terdaftar.

    kedua dalam realisasinya pada router anda harus mengenalkan ip jaringan (segmen jaringan) pada masing-masing interface pada routing table anda termasuk default gateway untuk routing semua ip address yang tidak terdaftar dalam routing table.

    coba pelajari routing guide di artikel sebelumnya.

  35. sarina sitorus says:

    sy mau tny, batas maksimal class ip addres brp?

  36. Ki says:

    maksudnya class ip A/B/C …?kan tinggal hitung dua pangkat n (n adalah angka 0 pada sisi host) ingat XXXX.XXXX.XXXX.nnnn tiga octed pertama adalah ip jaringan nnnn adalah ip host. jadi kalo subnet agan 255.255.255.0 maka host adalah 2 pangkat 8 kurangi dua = 254

  37. bayorahap says:

    kpd yth sysneta sm (A)Ki,yg jd favorit saya dalam mencari pencerahannya sgl mslh jaringan,mohon pencerahanya:saya ada 1 line ADSL, tp ingin membuat 2 segmen yaitu 1 segmen wireless utk LAN internal kantor terdiri -+ 50 client dgn conect internet serta file printer sharing, dan 1 segmen wireless lg utk hotspot dikantin, mohon petunjuk bagaimana topology yg tepat,perangkat yg diperlukan,penerapanya dan keamananannya agar msg2 segmen tidak saling terganggu, makasih ki…

  38. Ki says:

    sebenarnya produk wireless router sekarang sudah banyak yang support multiple SSID alias Guest network. misal Netgear wndr4000 sudah dilengkapi dengan fitur Guest network untuk masing2 band. Guest network memungkinkan kita bikin wireless segmen untuk tamu kita tanpa memberikan akses jaringan private local kita …jadi satu SSID untuk keperluan internal dan satu guest network untuk tamu kita akses internet saja.

    Linksys seri E terbaru juga dilengkapi dengan Guest network

    kalau kita pakai Active Directory windows server malah lebih enak dikontrol lewat group policy …tapi infrastructure windows server juga mahal.

  39. fjrx Outsider InteLduaLcote says:

    EEHHH YAH JUBULNya IP adress juga ada kLAS NYA TOHH . AKHIRnya sya tahu trima ksih synesta, sudh memberika informasi yg jLas dan Lngkap thanks synesta.

  40. Mr.Frans says:

    salm kenal dan minta bergabung yah…

  41. rmt says:

    mau tanya mas… di kantor pakai jaringan proxy untuk internet ada beberapa yang nga bs di kua caranya bgaiman untuk internetan agar bs terbuka semuanya…

  42. Ki Grinsing says:

    kalo di kantor da pake proxy, berarti ada proteksi per user ato per group siapa yg bisa akses internet dan siapa yg gak boleh. Yach minta ke pak admin agar bisa di masukkan group yg bisa akses internet….

  43. Wijaya says:

    Ki.. Say a mau Tanya, kalau Ada AP di cafe, trus buka browser. Nah disitu Ada semacam logins tapi antar mukanya pake web base.. Itu cara setingnya gimana..?
    Kale pake koneksi biasa kan hanya masukin paswd wep Nya saja..
    Mohon bantuannya.. Thks

  44. Ki says:

    web base? mereka pake domain kali? atau gimana tampilannya pake domain nggak?

  45. Indra says:

    Hi Ki,
    Kalo saya pake subnet /23, apa bisa set dhcp pool 192.168.1.50 – 192.168.2.254, kalo bisa apa yg terjadi dengan 192.168.1.255 dan 192.168.2.0 yang berada dalam rentang pool?
    Bagaimana cara mengurangi broadcast dengan host sebanyak ini?
    Thanks sebelumnya

  46. ki says:

    Secara teori bisa, tergantung routerx bisa supernet nggak. di Windows server kita bsia bikin supernet itu, tentunya broadcast domain yach besar kan. .255 nggak bisa dipakai, apalagi yg network ip 192.168.2.0, tidak perlu di exclude juga gak apa.

  47. Jhon Titor says:

    gw jdi bingung
    bisa tambahin teorinya gak gan?

  48. ki says:

    bingung di bagian yang mana gan …?coba baca artikel cara menghitung subnet mask sebagai tamhanan ..

  49. denz says:

    thanks atas teorinya gan…!!

  50. Mr. Arda says:

    saya mau membuat draft ip di sebuah sekolahan saya yang sudah berantakan ipnya pun tidak karuhan .dan tidak berurutan

    pertanyaan saya bagaimanakah cara menyusun ip yang benar pada suatu jaringan ?
    tolong jelaskan step by step ?

  51. Mr. Arda says:

    ki saya mau menyusun draft ip di sebuah sekolahan yang terdiri dari 195 komputer dan 200 ip yang berbeda termasuk server dan juga mikrotik .namun semuanya tidak urut kadang sering kress dan bermasalah lalu muncul request timed out ?

    lalu bagaiman asay bisa memnyusun data ip dan mengurutkanya dengan benar ?
    saya di sni sebagai staff ICT yan masih Amatir ki hehehehe

  52. ki says:

    emang semua host pakai ip statik manual apa? Harusnya pakai dhcp server, dan semua clients sebagai dhcp clients sementara untuk server pakai ip statik. Dg 200 ip kan cukup satu subnet class C (254 hosts). Buat range ip untuk dhcp dari misal 192.168.1.1 sampai 192.168.1.220 untuk dhcp pool ip address, sementara dari 192.168.1.221 sampai 254 diapakai sebagai cadangan ip static.

  53. ponkq octy says:

    mau tanya dung,,
    * saya mau bikin ip untuk yang menggunakna kabel LAN misalnya 192.168.0.1 – 192.168.0.100
    * nak kalau yg menggunakan wifi ip yang mereka dapatkan itu mulai dari 192.168.0.101

    apakah itu bisa? dan bagaimana cara setingnya..
    terima kasih

  54. RANDY says:

    HELLO… MR. SEMANGAT PAGI….

    Saya mau kursus private ame Mr.
    soal setting jaringan LAN – IP by email aja (kalo boleh…hehehe…)
    saya di tempatkan sbg Staff Admin merangkap IT pd sebuah kantor kecil aja Pakde…
    tapi saya emang sangat kurang paham soal seting2 ip gitu. (sy otodidak aja-kalo service hardware boleh diadu…gkgkgkgk).
    saat ini bos sy minta jaringan internet kantor itu agar di batasi usernya, tp tetap bisa koneksi jaringan internal antar pc… pasti pakde udah tau lah (gampil aja bagi pakde, saya pusink..hehehe)……

    sementara ini dulu pakde… curhatan saya……
    semoga pakde berkenan membantu saya dlm masalah ini

    thanks berat pakde….

    • Ki Gr says:

      KOnfigurasinya kayak apa? Pakai internet apa? router apa? dan data teknisnya apa saja, server atau apa dech…

  55. RANDY says:

    mohon follow up nya pakde…..

    urgent… heheh…
    thanks…..

  56. icha says:

    Permisi mau numpang tanya ,

    begini saya diberi tugas oleh dosen saya.
    172.16.0.0/16 buatlah network dimana masing2 nya network terdiri dari 350 host. Itu pembagian nya gmn? Setau saya dg netmask 16 pc maks 255. Tolong bantuan nya segera . Terimakasih

    • Ki Gr says:

      netmask 16 (11111111 . 11111111) bukan 255 tapi besar sekali, dua pangkat 16 sekitar 65 ribuan …kalo host 255 itu untuk netmask 255.255.255.0 (/24), artinya 2 pangkat (32 – 24) = 255, jadi kalo host 512 yach satu bit lagi dua pangkat (32 – 23) berarti netmask 255.255.254.0 (atau /23)

      contohnya
      172.16.100.0 / 23 (510 host)
      172.16.103.0 / 23 (510 host)

  57. tris says:

    trismakasih banyak masss…sngat membantu.

  58. Oong says:

    Artikelnya sangat bermanfaat,cuma saya bingung /23 atau /22 itu apa?apa netsmask? Apa octet ke tiga berbeda mis 100 dengan 101 tetap bisa di ping yang penting netsmaskmya sama? Boleh minta gambaran untuk menghitung kebutuhan ip untuk 1000 pc dalam satu jaringan lan lokal…terima kasih…semoga menjadi amal yang berkepanjangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.